Selasa, 10 April 2012

Sumber Tegangan


A.    Sumber Tegangan
Sumber tegangan adalah kompenen elektronik yang dapat menghasilkan (menyimpan)
arus listrik dan berguna untuk memberikan beda potensial pada komponen-kompenen elektronik yang dihubungkan dengan sumber listrik. Sumber tegangan yang mengeluarkan energi listrik berdasarkan prinsip pasangan logam disebut dengan elemen (sel). Elemen dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu: 1. Elemen Kering dan 2. Elemen Basah.
                Berikut adalah jenis sumber tegangan yang sering digunakan.
a.     Battery
Pada Battery, energi kimia diubah menjadi energi listrik. Battery memiliki kutub positif (+) dan kutub negatif (-). Sehingga pemasangannya pada rangkaian perlu diperhatikan. Kutub positif Battery dihubungkan ke potensial tinggi (+) rangkaian elektronika dan kutub negatif  Battery dihubungkan ke potensial rendah (-) rangkaian elektronika. Hal ini berbeda dengan pemasangan Battery pada arus AC, karena pemasangan kabel atau pin yang dibolak-balik pada rangkaian tidak akan menimbulkan masalah. Tegangan listrik yang digunakan pada Battery biasanya sebesar 1,5 Volt;  4.5 Volt; atau 9 Volt. Battery biasanya digunakan pada peralatan-peralatan elektronika bertegangan rendah, seperti: Radio, Senter, Mainan anak-anak, jam, remote televisi, dan sebagiannya.
Pada rangkaian listrik, Battery dapat diapasang secara seri atau paraler. Salah satu contoh pemasangan Battery secara seri atau paraler pada rangkaian listrik digunakan untuk menghidupkan lampu. Jika Battery dipasang secar seri, lampu menyala lebih terang dalam jangka waktu normal seperti menggunakan satu buah Battery. Jika Battery dipasang secara paraler, lampu menyala normal dalam jangka waktu yang relatif lama.

b.     Akumulator (Aki)
Aki adalah alat yang digunakan untuk menyimpan energi listrik dalam bentuk energi kimia. Ketika aki digunakan, energi kimia diubah menjadi energi listrik. Seperti halnya dengan Battery, aki juga memiliki kutub positif (+) dan kutub negatif (-). Di pasaran, aki dibagi menjadi 2, yaitu: Aki basah dan Aki kering.

1.       Aki basah
Aki basah sering digunakan pada mobil dan sepeda motor. Aki basah
diisi dengan cairan aki zuur dan harus diisi ulang setelah cairan tersebut habis.
2.       Aki Kering
`                                               Cara kerja aki kering sama halnya dengan Battery. Aki jenis ini tidak memerlukan pengisian cairan, sehingga dinamakan aki kering. Sebelum digunakan, aki kering diisi atau di- charge selama beberapa jam sesuai dengan kapasitasnya. Hingga diisi atau di-charge lagi, aki kering dapat digunakan selama 6 jam dan memilik usia pakai sekitar 5 tahun. Aki kering biasa digunakan pada sepeda listrik, remote cotrol, dan sebagiannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar