A.
Sumber
Tegangan
Sumber tegangan adalah kompenen elektronik yang dapat
menghasilkan (menyimpan)
arus listrik dan berguna untuk memberikan beda
potensial pada komponen-kompenen elektronik yang dihubungkan dengan sumber
listrik. Sumber tegangan yang mengeluarkan energi listrik berdasarkan prinsip
pasangan logam disebut dengan elemen (sel). Elemen dibedakan menjadi 2 jenis,
yaitu: 1. Elemen Kering dan 2. Elemen Basah.
Berikut
adalah jenis sumber tegangan yang sering digunakan.
a. Battery
Pada Battery, energi kimia
diubah menjadi energi listrik. Battery
memiliki kutub positif (+) dan kutub negatif (-). Sehingga pemasangannya pada
rangkaian perlu diperhatikan. Kutub positif Battery
dihubungkan ke potensial tinggi (+) rangkaian elektronika dan kutub negatif Battery dihubungkan ke potensial rendah
(-) rangkaian elektronika. Hal ini berbeda dengan pemasangan Battery pada arus AC, karena pemasangan
kabel atau pin yang dibolak-balik pada rangkaian tidak akan menimbulkan
masalah. Tegangan listrik yang digunakan pada Battery biasanya sebesar 1,5 Volt;
4.5 Volt; atau 9 Volt. Battery biasanya
digunakan pada peralatan-peralatan elektronika bertegangan rendah, seperti:
Radio, Senter, Mainan anak-anak, jam, remote televisi, dan sebagiannya.
Pada rangkaian listrik, Battery dapat diapasang secara seri atau
paraler. Salah satu contoh pemasangan Battery
secara seri atau paraler pada rangkaian listrik digunakan untuk menghidupkan
lampu. Jika Battery dipasang secar
seri, lampu menyala lebih terang dalam jangka waktu normal seperti menggunakan
satu buah Battery. Jika Battery dipasang secara paraler, lampu
menyala normal dalam jangka waktu yang relatif lama.
b. Akumulator (Aki)
Aki adalah alat yang digunakan untuk
menyimpan energi listrik dalam bentuk energi kimia. Ketika aki digunakan,
energi kimia diubah menjadi energi listrik. Seperti halnya dengan Battery, aki juga memiliki kutub positif
(+) dan kutub negatif (-). Di pasaran, aki dibagi menjadi 2, yaitu: Aki basah
dan Aki kering.
1.
Aki basah
Aki basah sering digunakan pada mobil dan sepeda
motor. Aki basah
diisi dengan cairan aki zuur dan harus diisi ulang setelah cairan tersebut habis.
2.
Aki Kering
` Cara
kerja aki kering sama halnya dengan Battery.
Aki jenis ini tidak memerlukan pengisian cairan, sehingga dinamakan aki kering.
Sebelum digunakan, aki kering diisi atau di- charge selama beberapa jam sesuai dengan kapasitasnya. Hingga diisi
atau di-charge lagi, aki kering dapat
digunakan selama 6 jam dan memilik usia pakai sekitar 5 tahun. Aki kering biasa
digunakan pada sepeda listrik, remote
cotrol, dan sebagiannya.